RSS

Menjadi Jawaban Disaat yang Tepat

29 Sep

Menjadi jawaban disaat yang tepat bukan berarti, kita menjawab disaat orang harus bertanya sesuatu  kepada kita. Tetapi memiliki kepekaan rohani untuk mengetahui keadaan orang-orang disekitar kita.  Bagaimana kita dapat menjawab kebutuhan mereka.

Bagaimana kita bisa menjadi peka??

Kepekaan itu bisa terbentuk dari pengalaman dan latihan terus menerus. Tidak ada orang yang bisa  langsung peka tanpa pengalaman dan latihan. Sama halnya dengan kepekaan rohani. Menjadi orang percaya bukan berarti bahwa kita akan langsung peka, mengerti apa yang berkenan di hadapan Tuhan, atau peka membedakan mana yang mengarah pada dosa dan mana yang tidak. Belajarlah untuk menguji apa yang berkenan kepada Tuhan.

Disaat inilah akan terlihat seberapa peka kah kita terhadap kebutuhan orang-orang disekitar kita. Tidak hanya kebutuhan secara jasmani, namun kebutuhan rohani juga. Banyak hal yang sebenarnya kita tahu (sesuatu yang timbul dalam hati), bahwa hal tersebut sedang diperlukan oleh orang yang membutuhkannya. Tetapi, terkadang kita berusaha untuk menutup telinga dan merasa tidak yakin bahwa hal itu benar.

Menjadi jawaban bagi banyak orang dibutuhkan kepekaan rohani, terhadap apa yang Tuhan katakan.

Disaat kita merasakan sesuatu dalam hati (kerinduan yang mendalam) untuk membantu orang lain, disaat itu jugalah Tuhan sedang memakai kita sebagai alat-Nya yang hidup.

Apa yang harus kita lakukan saat kita merasakan kepekaan tersebut:

1. “Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati”

Dalam hal tersebut, rohani kita akan dilatih untuk taat dengan apa yang Tuhan katakan. Percaya adalah modal yang kuat untuk kita melangkah dalam membantu memenuhi kebutuhan orang lain.

2. “Jangan pernah bersandar kepada pengertian kita sendiri”

Dikatakan, Janganlah kita bersandar kepada apa yang kita pikirkan, yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, tetapi lakukanlah apa yang menjadi kehendak-Nya.

Misalnya seperti, saat Tuhan menggerakan hati kita untuk memberikan seseoarang uang Rp 5.000, tetapi dengan pikiran kita sendiri, kita hanya memberinya uang Rp 2.500, karena kita menganggap bahwa orang tersebut tidak kelihatan seperti orang yang miskin.

3. “akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”

Disaat kepekaan itu datang dan disaat kita mau ikut melangkah untuk melakukan kehendak Tuhan, akuilah Dia dalam segala tindakanmu, maka Ia akan membuat segala sesuatu yang kita lakukan menjadi mudah dan menjadi berkat bagi orang lain.

Seperti, saat Tuhan menghendaki kita untuk memberikan makanan kepada seseorang atau berdoa untuk orang yang sedang sakit, sembahlah Dia dalam hatimu. Bermazmurlah, tinggikanlah namaNya, dalam setiap langkah dan tindakanmu, biar setiap apa yang hendak kamu lakukan diberikan Tuhan jalan dan menjadi kemuliaan hanya bagi Tuhan.

4. “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak”

Biarlah segala lakumu semua berasal dari hikmat dan pengertian Tuhan. Karena segala hikmat, pengertian dan pengetahuan hanya milik-Nya. Jangan pernah merasa sombong saat kita menolong  atau bahkan saat kita memberikan jawaban yang tepat kepada orang lain. Karena segala sesuatu yang telah kita lakukan akan menjadi sia-sia dihadapan Tuhan, saat kita menjadi sombong.

Mulailah latih dirimu untuk memiliki roh yang peka terhadap situasi dan orang-orang disekitar kita. semakin intim dalam Tuhan adalah kuncinya.

Tuhan Memberkatimu…😀

Referensi:

  • Alkitab
  • Renungan harian
 
Leave a comment

Posted by on September 29, 2010 in artikel saya :D

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: